Balutan waktu lalu
lelah itu tiba-tiba menghampiri.
bak seorang wanita yang sedang akan kerasukan makhluk halus.
terasa beban terpanggul di atas pundak.
entah.
bilangnya masih trauma akan waktu lampau.
ya, terserah saja.
tak ada paksaan disini.
kalau mau, baiknya lalui saja.
bila enggan, baiknya dicoba.
seperti kata pepatah "jangan takut untuk mencoba".
mungkin terdengar telalu memaksa.
ya harus seperti itu.
mana ada perjuangan tanpa keringat?.
perlahan cerita selimuti atmosphere keadaan.
sahut-menyahut, jatuhnya bertukar pikiran.
tiba-tiba.
Maaf, waktu lampau itu tak bisa hilang.
dia menjadi guru privat.
bahkan contekan kala tak mampu menjawab soal ujian.
sekian waktu berlalu.
letih semakin kuat.
rasanya, serasa terkepung ketika perang lalu memaksa harus mengangkat bendera putih.
hal yang sangat menyebalkan.
pagi, siang, malam hanya sekedar tanya jawab.
tak ada kata mesra meramu disini.
tak ada kalimat menyenangkan.
Huh, rasa perjanjian tak ditepati.
seperti gelap tanpa cahaya.
seperti kopi tanpa gula.
bahkan seperti mau makan namun tak ada nasi.
tak ada yang hebat.
penantian tak pasti.
perlahan harapan menjelang hilang.
lalu kenapa dipaksa untuk hadir kembali?.
diluar sana banyak mawar yang mungkin tak berduri.
pula banyak warna yang lebih cerah, bunga yang lebih mekar.
kenapa harus bertumpu pada satu bambu yang belum tahu fungsi gunanya?.
kenapa?.
baiklah kalau begitu.
mari beradu ego, sekalipun harus menyakitkan.
17.1.2013
0 komentar:
Posting Komentar